Pelatihan Guru STEM — Bali, 2026

Pembelajaran
Mendalam
Menuju STEM

Platform pelatihan interaktif untuk guru SMA/MA Indonesia. Dalami pendekatan Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan melalui modul H5P, video, dan diskusi langsung bersama pembicara ahli.

5×
Modul Interaktif
8
Dimensi Profil Lulusan
3
Pengalaman Belajar
Foto Ayuk Ratna Puspaningsih
Ayuk Ratna
Puspaningsih
Guru Biologi · Fasilitator STEM
SMA Negeri Bali Mandara
Biologi STEM Pembelajaran Mendalam Inkuiri
🌿
Pendekatan PM Holistik Olah Pikir · Olah Hati · Olah Rasa · Olah Raga
Kerangka Pembelajaran Dimensi Profil Lulusan
Bermakna Berkesadaran
Pembelajaran
Mendalam
🧠 Berkesadaran ✨ Bermakna 😊 Menggembirakan

Diadaptasi dari Four Elements of Learning Design © 2018 NPDL

Tentang Program

Apa itu Pembelajaran Mendalam?

Pendekatan yang memuliakan setiap peserta didik, menekankan penciptaan suasana belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan — melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik.

🧠
Berkesadaran
Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik, dan aktif meregulasi strategi belajar mereka sendiri untuk mencapai tujuan.
Bermakna
Peserta didik merasakan relevansi pembelajaran dengan kehidupan nyata, mampu mengkonstruksi pengetahuan baru dari pengalaman sebelumnya.
😊
Menggembirakan
Suasana belajar yang positif, menantang, dan memotivasi — peserta didik merasa dihargai dan terhubung secara emosional sehingga lebih mudah memahami materi.
🧩
Olah Pikir
Mengasah akal budi dan kemampuan kognitif: memahami, menganalisa, dan memecahkan masalah
❤️
Olah Hati
Mengasah kepekaan batin, membentuk budi pekerti, menanamkan nilai moral dan spiritual
🎨
Olah Rasa
Mengembangkan kepekaan estetika, empati, dan kemampuan menghargai keindahan
Olah Raga
Menjaga kesehatan fisik, kekuatan tubuh, dan membentuk karakter melalui kegiatan jasmani
Mengapa PM Penting?

Data PISA 2022: Tantangan Nyata Indonesia

Lebih dari 99% peserta didik Indonesia hanya mampu menjawab soal LOTS (Level 1–3). Pembelajaran Mendalam hadir untuk membalik tren ini.

>99%
Murid hanya menjawab
soal Level 1–3
(LOTS)
<1%
Yang mampu Level 4–6
(HOTS)
Distribusi Level PISA 2022
📖 Membaca HOTS: 0.8%
74.5%19.3%5.4%0.8%
🔢 Matematika HOTS: 0.4%
81.7%14.1%3.8%0.4%
🔬 Sains HOTS: 0.9%
65.8%26.3%7.0%0.9%
Level 1 (LOTS)
Level 2
Level 3
Level 4–6 (HOTS)
💡 Solusi: Pembelajaran Mendalam mendorong guru untuk mendesain pengalaman belajar yang melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS) secara sistematis melalui pendekatan inkuiri, berbasis proyek, dan kontekstual.
Kurikulum Pelatihan

Modul Interaktif Pelatihan

Enam sesi terstruktur yang memadukan teori Pembelajaran Mendalam dari Kemendikdasmen dengan praktik pedagogi STEM di kelas Biologi.

Modul 01
Pendahuluan & Latar Belakang PM
🌏

Memahami konteks pendidikan Indonesia, tantangan PISA, dan urgensi Pembelajaran Mendalam dalam menyambut Bonus Demografi 2035.

  • Permasalahan mutu pendidikan nasional
  • Data PISA 2022 — LOTS vs HOTS
  • Visi Indonesia 2045 & Kompetensi Masa Depan
  • Pengenalan kerangka PM Kemendikdasmen

Memahami empat pilar kerangka PM: Praktik Pedagogis, Kemitraan, Lingkungan, dan Pemanfaatan Digital.

  • Praktik Pedagogis — inkuiri, proyek, STEM
  • Kemitraan Pembelajaran — sekolah & komunitas
  • Lingkungan fisik, virtual & budaya belajar
  • Teknologi digital sebagai katalisator
Modul 03
8 Dimensi Profil Lulusan

Mendalami delapan dimensi profil lulusan yang menjadi target pencapaian Pembelajaran Mendalam di semua jenjang.

  • Keimanan & Ketakwaan, Kewargaan
  • Penalaran Kritis & Kreativitas
  • Kolaborasi & Kemandirian
  • Kesehatan & Komunikasi
Modul 04
Pengalaman Belajar — Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi
🔄

Merancang tiga tahap pengalaman belajar yang progresif dan bermakna, diperkuat dengan SOLO Taxonomy dan Bloom's.

  • Memahami: Pengetahuan Esensial, Aplikatif, Nilai
  • Mengaplikasi: Pendalaman Pengetahuan kontekstual
  • Merefleksi: Regulasi Diri & Metakognisi
  • SOLO Taxonomy & Bloom's Taxonomy
Modul 05
Implementasi PM di Mata Pelajaran Biologi
🌿

Praktik langsung merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (RPM) untuk topik Biologi kontekstual.

  • Contoh RPM Ekosistem & Keanekaragaman Hayati
  • Adaptasi Model Inkuiri dalam PM
  • Asesmen autentik: as/for/of learning
  • Workshop menyusun unit plan STEM
Modul 06
Peran Guru & Ekosistem PM
👩‍🏫

Memahami transformasi peran guru dari penyampai materi menjadi Aktivator, Kolaborator, dan Pengembang Budaya Belajar.

  • Guru sebagai Aktivator — stimulasi HOTS
  • Guru sebagai Kolaborator — mitra komunitas
  • Pengembang Budaya Belajar — risk-taking
  • Elemen Ekosistem PM: sekolah & masyarakat
Profil Lulusan

8 Dimensi yang Dibentuk

Pembelajaran Mendalam bertujuan mewujudkan delapan dimensi profil lulusan yang menyeluruh, melampaui sekadar penguasaan akademis.

DIMENSI 01
🕌
Keimanan & Ketakwaan
Keyakinan teguh kepada Tuhan YME dan pengamalan nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
DIMENSI 02
🇮🇩
Kewargaan
Cinta tanah air, menghargai keberagaman budaya, dan berkomitmen pada harmoni antarbangsa global.
DIMENSI 03
🧩
Penalaran Kritis
Berpikir logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, dan memproses informasi.
DIMENSI 04
💡
Kreativitas
Berpikir inovatif, fleksibel, dan orisinal untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat.
DIMENSI 05
🤝
Kolaborasi
Bekerja sama secara efektif dengan semangat gotong royong melalui pembagian peran dan tanggung jawab.
DIMENSI 06
🦅
Kemandirian
Bertanggung jawab atas proses belajar sendiri, mengambil inisiatif dan mengatasi hambatan secara mandiri.
DIMENSI 07
💪
Kesehatan
Fisik prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental-fisik untuk well-being.
DIMENSI 08
💬
Komunikasi
Kemampuan komunikasi intrapribadi dan antarpribadi, menyampaikan ide secara lisan maupun tulisan secara efektif.
Panduan Pembelajaran STEM

Ringkasan Panduan STEM untuk SMA

Ringkasan Panduan Pembelajaran STEM (Sains · Teknologi · Enjinering · Matematika) dari BSKAP, Kemendikdasmen RI 2025 — disusun khusus untuk guru SMA/MA dalam kerangka Pembelajaran Mendalam.

S
Sains
Ilmu yang mempelajari fenomena alam — fisika, kimia, dan biologi — melalui praktik saintifik
T
Teknologi
Inovasi atau alat buatan manusia yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan memudahkan pekerjaan
E
Enjinering
Proses merancang solusi masalah nyata dengan prinsip sains, matematika, dan teknologi
M
Matematika
Ilmu pola, hubungan, dan struktur untuk memecahkan masalah secara logis dan terukur
Pendahuluan

STEM mulai berkembang di Amerika Serikat sejak awal 2000-an sebagai respons terhadap menurunnya minat generasi muda terhadap sains dan teknologi — menandai pergeseran dari pembelajaran disiplin terpisah menuju pembelajaran terintegrasi berorientasi pemecahan masalah nyata.

Urgensi untuk Indonesia

Hasil PISA 2022: Hanya 18% murid mencapai Level 2+ Matematika, 25% Membaca, dan 34% Sains — jauh di bawah rata-rata OECD (69–76%). Proyeksi World Bank menunjukkan kebutuhan jutaan talenta digital pada 2030.

📊
Defisit HOTS
Menutup kekurangan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang tampak pada PISA 2022
🏭
Relevansi Dunia Kerja
Menyiapkan talenta sains, teknologi, dan kewirausahaan berbasis inovasi — bukan hanya ranah digital
Indonesia Emas 2045
Mendukung target Indonesia menjadi ekonomi terbesar ke-4 dunia melalui SDM berkualitas dan adaptif

Karakteristik Pembelajaran STEM (Bybee, 2013)

  1. Penyelesaian Masalah
    Menghadirkan persoalan kontekstual nyata — dari isu lingkungan sekitar hingga masalah global — untuk membangun kepedulian dan rasa ingin tahu. Masalah tidak harus besar; yang penting bermakna.
  2. Praktik Saintifik dan Enjinering
    Keterampilan iteratif: Memahami → Mengidentifikasi Masalah → Bertukar Pikiran → Mendesain → Membuat → Menguji → Mendesain Ulang → Mengomunikasikan.
  3. Integrasi Lintas Disiplin Ilmu
    Dari multidisipliner (paralel), interdisipliner (konsep dipadukan), hingga transdisipliner (sekat disiplin larut dalam proses pemecahan masalah).

Perspektif Implementasi

STEM dijadikan pendekatan lintas mata pelajaran oleh semua pendidik, termasuk bidang non-STEM. Tidak bergantung pada fasilitas canggih — cocok untuk berbagai kondisi satuan pendidikan.

Semua mapel Adaptif STEAM / STREAM / STEAMMI

Memadukan keempat disiplin STEM dalam satu unit berbasis proyek. Bentuk Tertanam/Embedded (satu mapel utama menyisipkan disiplin lain) dan Terpadu/Integrated (beberapa disiplin digabung dalam satu proyek).

STEM sebagai mata pelajaran khusus yang berdiri sendiri. Memberikan kedalaman materi dengan jalur jelas menuju perguruan tinggi teknik/sains. Tepat untuk satuan pendidikan unggulan.

SMA/SMK Unggulan Lab khusus Pipeline ke PT teknik
Kerangka Pembelajaran STEM

Empat pilar utama: praktik pedagogis, lingkungan belajar, kemitraan, dan pemanfaatan digital.

A · Model Pembelajaran

  1. Pertanyaan Esensial
    Memulai dengan pertanyaan terbuka yang relevan dengan masalah nyata
  2. Merancang Rencana
    Mengumpulkan informasi, mempelajari konsep, membayangkan solusi
  3. Membuat Jadwal
    Menyusun rencana detail dan tenggat waktu yang jelas
  4. Memantau Perkembangan
    Memfasilitasi, memantau, dan membimbing kolaborasi murid
  5. Menilai & Mengevaluasi
    Murid menguji produk, pendidik menilai, lalu refleksi bersama

Tahapan: Merefleksi → Meneliti → Mengeksplorasi & Menemukan → Mengaplikasikan → Mengomunikasikan. Setiap tahap menekankan iterasi purwarupa hingga solusi optimal.

Tahap Aktivitas STEM
Engagement Memahami masalah nyata, merumuskan pertanyaan enjinering
Exploration Eksplorasi ide, percobaan sederhana, rancangan awal
Explanation Hubungkan temuan dengan konsep ilmiah
Elaboration Buat purwarupa, uji, sempurnakan solusi
Evaluation Presentasikan rancangan, evaluasi, dan refleksi

B · Lingkungan Belajar

🏛️
Ruang Fisik Fleksibel
Kelas fleksibel, laboratorium, makerspace, dan ruang luar untuk kerja tim dan eksperimen lintas disiplin
💻
Ruang Virtual Terintegrasi
Platform digital, simulasi interaktif, AR/VR, dan LMS yang memperluas pengalaman belajar lintas waktu dan tempat
🔬
Budaya Inkuiri
Rasa ingin tahu, ketangguhan, kreativitas, dan pemikiran reflektif diinternalisasi melalui pengalaman terstruktur
Inklusivitas & Aksesibilitas
Pembelajaran berdiferensiasi, strategi aksesibilitas, dan teknologi bantu untuk semua murid termasuk berkebutuhan khusus

C · Pemanfaatan Digital

Teknologi digital berperan pada tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen.

Simulasi & Lab Virtual AR / VR Platform LMS Kecerdasan Artifisial Spreadsheet PhET Simulations
Peran Pemangku Kepentingan

Implementasi STEM memerlukan perluasan ruang belajar melampaui kelas formal — rumah, komunitas, industri, dan ruang digital dimobilisasi menjadi laboratorium autentik.

🏛️
Dinas Pendidikan
Menyusun kebijakan STEM; menyediakan anggaran, infrastruktur, dan pelatihan pendidik
🔍
Pengawas Satuan Pendidikan
Mengawasi pelaksanaan, mendorong asesmen autentik, dan mengembangkan PLC
Kepala Satuan Pendidikan
Mendorong STEM dalam KSP; mengatur waktu & sumber daya; menjalin kemitraan industri/PT
👩‍🏫
Pendidik
Membimbing murid menghubungkan STEM dengan masalah nyata; merencanakan eksplorasi & penilaian autentik
👨‍👩‍👧
Orang Tua / Wali
Dukungan relevan tanpa intervensi langsung; berbagi pengalaman atau profesi sebagai praktisi ahli
Implementasi Pembelajaran STEM

STEM dapat dilaksanakan secara mudah (kontekstual, sesuai taraf perkembangan) dan murah (alat & bahan sederhana atau bahan bekas yang aman).

A · Intrakurikuler

📋
Perencanaan
Rancangan kontekstual berbasis tantangan, selaras Capaian Pembelajaran (CP)
⚗️
Pelaksanaan
Pengalaman belajar aktif: eksplorasi masalah, proses ilmiah dan enjinering, kolaborasi
Asesmen
Mengukur kompetensi holistik melalui berbagai teknik proses & hasil

Langkah Merencanakan Pembelajaran STEM

  1. Menentukan Topik Proyek
    Identifikasi masalah/potensi di lingkungan sekitar — tidak harus rumit
  2. Menganalisis CP & Integrasi STEM
    Tentukan kompetensi, identifikasi keterlibatan S-T-E-M terpadu
  3. Strategi Praktik Saintifik & Enjinering
    Tentukan langkah dari identifikasi masalah, desain, pembuatan, hingga komunikasi
  4. Menyusun Perencanaan & Asesmen
    Kriteria keberhasilan, alat ukur formatif & sumatif, rencana tindak lanjut

Kriteria vs. Batasan: Kriteria adalah standar terukur yang harus dicapai. Batasan adalah aturan/keterbatasan sumber daya yang harus dipatuhi — menstimulasi kreativitas sekaligus meniru kondisi nyata dunia teknik.

B · Kokurikuler — P2PL

C · Ekstrakurikuler

Ekstrakurikuler Kaitan STEM Bentuk Kegiatan
Robotika Teknologi & Enjinering Desain, pemrograman, dan kompetisi robot (mekatronika)
Karya Ilmiah Remaja Sains & Matematika Penelitian inkuiri, presentasi ilmiah, kompetisi sains
Coding / Pemrograman Teknologi Pengembangan aplikasi, web, atau game berbasis masalah komunitas
Pecinta Alam Sains & Enjinering Pemantauan lingkungan, pengukuran kualitas air/udara
Fokus Implementasi STEM di SMA

Jenjang SMA/MA (Fase E & F) berfokus pada proyek rekayasa kompleks, pemodelan matematis (distribusi normal, statistika inferensial), dan kemitraan eksternal nyata.

Karakteristik Khas SMA: Murid menganalisis data kuantitatif, menggunakan distribusi normal untuk proyeksi, berkolaborasi dengan lembaga eksternal (BMKG, UNESCO, Perguruan Tinggi), dan menghasilkan kampanye/purwarupa yang dipamerkan.

Contoh Proyek: "Dampak Perubahan Iklim terhadap Kelangsungan Hidup Spesies"

Biologi & Matematika · Kelas X/XI · Fase E · 6 Pertemuan

Pert. Topik Aktivitas Utama
1 Studi Kasus Kepunahan Analisis video kepunahan Bramble Cay Melomys; rumuskan pertanyaan investigatif
2 Analisis Data NASA Eksplorasi suhu via NASA Worldview; hitung rata-rata & standar deviasi; kaitkan populasi Badak Jawa
3 Kemitraan BMKG & UNESCO Diskusi daring dengan BMKG dan sekolah jejaring UNESCO ASPNet
4 Pemodelan & Desain Hitung peluang kepunahan (Z-score); rancang purwarupa habitat adaptif
5 Bangun & Uji Purwarupa Bangun miniatur habitat (fisik/digital); uji berulang; analisis data
6 Kampanye & Presentasi Media kampanye pencegahan kepunahan; pameran window shopping; refleksi

Integrasi Komponen STEM

S
Sains
Seleksi alam, adaptasi, evolusi, dan dampak perubahan iklim pada ekosistem
T
Teknologi
NASA Worldview, aplikasi data, Canva/PowerPoint untuk media kampanye
E
Enjinering
Merancang & membangun purwarupa habitat adaptif simulasi iklim mikro
M
Matematika
Distribusi normal, Z-score, standar deviasi, perhitungan peluang proyeksi
Asesmen Pembelajaran STEM

Asesmen STEM menggunakan variasi teknik sesuai tujuan pembelajaran, mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik — menekankan proses dan produk dengan kriteria yang jelas.

📝
Awal (Diagnostik)
Kuis pengetahuan awal (Quizizz, Kahoot, Google Forms) untuk memetakan kesiapan & pengelompokan heterogen
🔄
Proses (Formatif)
Lembar kerja, observasi praktik, portofolio digital, catatan harian, laporan kemajuan proyek
Akhir (Sumatif)
Unjuk kerja: presentasi purwarupa, pameran karya, laporan — rubrik berbasis dimensi profil lulusan

Kategori Nilai: Mahir (84–100) → Cakap (69–83) → Berkembang (54–68) → Perlu Bimbingan (0–53). Murid dianggap mencapai tujuan bila menunjukkan perilaku skor 3 pada setiap indikator (kategori Cakap).

Teknik Asesmen per Aktivitas STEM

Aktivitas Teknik Bentuk
Identifikasi Masalah Observasi diskusi, lembar tanya jawab Formatif
Desain Solusi Penilaian rancangan, presentasi peer Formatif
Pembuatan Purwarupa Checklist kesesuaian kriteria Formatif
Komunikasi/Presentasi Rubrik presentasi Sumatif
Laporan Proyek Rubrik laporan (data, analisis, refleksi) Sumatif
Daftar Istilah Kunci

Glosarium istilah penting dalam Panduan Pembelajaran STEM.

Pendekatan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan; menggeser fokus dari transfer pengetahuan ke pengalaman belajar konstruktivis yang mendorong delapan dimensi profil lulusan.

Serangkaian keterampilan dan proses yang digunakan ilmuwan serta insinyur untuk memahami fenomena alam dan menciptakan solusi teknologi — dilaksanakan secara iteratif hingga solusi optimal.

Model atau simulasi awal dari solusi yang dirancang, dibuat untuk diuji efektivitasnya sebelum diterapkan penuh. Dapat berupa fisik (miniatur) atau digital (simulasi).

Kerangka desain pembelajaran inklusif yang menyediakan berbagai cara mengakses materi, mengomunikasikan hasil, dan terlibat — bermakna bagi semua murid termasuk berkebutuhan khusus.

Pendekatan tertinggi integrasi STEM: masalah nyata dipecahkan tanpa sekat disiplin, identitas mata pelajaran larut dalam proses pemecahan masalah yang holistik dan kontekstual.

Alat matematika untuk menghitung peluang dalam proyeksi data. Di SMA digunakan untuk menganalisis perubahan suhu dalam proyeksi kepunahan spesies: Z = (X − μ) / σ.

Aktivitas Interaktif

Belajar dengan Praktek Langsung

Platform ini menyediakan aktivitas H5P interaktif yang dirancang khusus untuk guru, mendukung implementasi PM di konteks Biologi dan STEM.

H5P · Course Presentation
Presentasi Konsep PM Interaktif
Jelajahi materi Pembelajaran Mendalam melalui slide interaktif dengan kuis tertanam, hotspot, dan feedback langsung.
  • Navigasi non-linear antar slide
  • Kuis pemahaman di setiap modul
  • Progress tracking otomatis
  • Kompatibel penuh di mobile
H5P · Documentation Tool
Unit Plan Builder STEM
Susun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP/RPM) berbasis PM langkah demi langkah, dengan panduan terstruktur dari Ayuk.
  • Template RPM siap pakai
  • Guided wizard 4 langkah
  • Export ke PDF / Google Drive
  • Tersimpan otomatis di browser
H5P · Branching Scenario
Simulasi Kelas: Inkuiri Biologi
Hadapi skenario kelas nyata — pilih strategi mengajar terbaik dalam simulasi inkuiri ekosistem sungai bersama peserta didik virtual.
  • 6 skenario keputusan pedagogi
  • Umpan balik reflektif per pilihan
  • Konteks ekosistem khas Indonesia
  • Dapat diulang dengan hasil berbeda
YouTube · Video Pembelajaran
Video Praktik PM di Kelas
Tonton rekaman sesi nyata penerapan Pembelajaran Mendalam dalam pelajaran Biologi — lengkap dengan anotasi dan refleksi pembicara.
  • Rekaman kelas sesungguhnya
  • Anotasi waktu dengan penjelasan
  • Diskusi di kolom komentar
  • Subtitle Bahasa Indonesia
H5P · Interactive Video
Video Interaktif: SOLO Taxonomy
Pahami SOLO Taxonomy dan kaitannya dengan pengalaman belajar PM melalui video yang bisa di-pause dan dijawab langsung.
  • Pertanyaan muncul saat video berjalan
  • Contoh dari mata pelajaran Biologi
  • Peta konsep dinamis interaktif
  • Rekap nilai di akhir video
Google Drive · Resource Hub
Repositori Materi & Template
Akses semua materi pelatihan, template RPM, rubrik asesmen PM, dan panduan implementasi yang dapat langsung diunduh dan digunakan.
  • Template RPM editable (.docx)
  • Rubrik asesmen autentik PM
  • Bahan presentasi pembicara (PDF)
  • Contoh LKS berbasis inkuiri
Alur Pengalaman Belajar

Tiga Tahap Pengalaman

Setiap sesi dirancang mengikuti tiga tahap pengalaman belajar PM yang progresif — dari membangun pemahaman hingga internalisasi melalui refleksi diri.

1
Pengalaman Belajar I
Memahami
Peserta aktif mengkonstruksi pengetahuan dari berbagai sumber: teks, video, diskusi, dan eksplorasi lapangan. Mencakup pengetahuan esensial, aplikatif, dan nilai-karakter.
📚 Pengetahuan Esensial ⚙️ Pengetahuan Aplikatif 🌟 Nilai & Karakter
2
Pengalaman Belajar II
Mengaplikasi
Peserta menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata — kunjungan lapangan, proyek, wawancara komunitas, dan simulasi kelas. Pendalaman pengetahuan lintas disiplin.
🔭 Pendalaman Pengetahuan 🌍 Kontekstual
3
Pengalaman Belajar III
Merefleksi
Peserta mengevaluasi proses belajar, mengembangkan regulasi diri, metakognisi, dan merencanakan tindak lanjut. Jurnal reflektif dan penilaian diri.
🪞 Regulasi Diri 🧠 Metakognisi
Tanya Jawab

Kirimkan Pertanyaan Anda

Ajukan Pertanyaan ke Pembicara
Pertanyaan akan dijawab secara langsung oleh Ibu Ayuk Ratna Puspaningsih dalam sesi Q&A atau melalui platform ini.
✅ Pertanyaan Anda berhasil dikirim! Terima kasih.
Tips Pertanyaan Efektif
🎯 Spesifik & Kontekstual
Sertakan konteks kelas, mata pelajaran, atau tantangan nyata yang Anda hadapi dalam mengimplementasikan PM.
🔗 Kaitkan dengan Pengalaman
Ceritakan pengalaman mengajar yang relevan agar pembicara dapat memberikan jawaban yang lebih terarah dan praktis.
💡 Satu Pertanyaan Per Formulir
Fokus pada satu isu utama per pengiriman agar semua pertanyaan dapat ditangani secara mendalam dalam waktu sesi.
Pembicara
Ayuk Ratna Puspaningsih
Guru Biologi · SMA Negeri Bali Mandara
Fasilitator Pembelajaran Mendalam STEM untuk SMA/MA se-Bali
Alat Perancangan

Unit Plan Builder STEM

Rancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (RPM) langkah demi langkah — dipandu oleh kerangka PM Kemendikdasmen, sesuai mata pelajaran Biologi.

Langkah Perancangan
1
Identifikasi
Profil peserta didik, materi, dan Dimensi Profil Lulusan yang dituju
2
Desain Pembelajaran
Tujuan, topik, praktik pedagogis, lingkungan, dan kemitraan
3
Pengalaman Belajar
Aktivitas Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi dengan prinsip PM
4
Asesmen
Assessment as, for, dan of Learning — teknik dan instrumen
💡 Catatan Penggunaan
Unit plan yang Anda susun dapat diekspor ke PDF atau disalin ke Google Docs. Semua field bersifat opsional kecuali Tujuan Pembelajaran dan Dimensi Profil Lulusan.
📋 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
💾 Draft tersimpan otomatis telah dipulihkan. Lanjutkan dari tempat Anda berhenti.
Langkah 1 — Identifikasi
Langkah 1 dari 4
Langkah 2 — Desain Pembelajaran
Langkah 2 dari 4
Langkah 3 — Pengalaman Belajar
Langkah 3 dari 4
Langkah 4 — Asesmen Pembelajaran
Langkah 4 dari 4
Media & Sumber Belajar

Video & Dokumen Pendukung

Seluruh materi pelatihan, rekaman sesi, dan template siap unduh tersedia di satu tempat — dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Modul 01 · 28 Menit
Pendahuluan: Mengapa Pembelajaran Mendalam?
Ayuk Ratna Puspaningsih · 2026
Modul 02 · 35 Menit
Kerangka PM: Empat Pilar Utama
Ayuk Ratna Puspaningsih · 2026
Modul 04 · 42 Menit
Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi: Demo Kelas
Ayuk Ratna Puspaningsih · 2026
Modul 05 · 50 Menit
Inkuiri Ekosistem: Praktik PM di Kelas Biologi
Ayuk Ratna Puspaningsih · 2026
Workshop · 60 Menit
Workshop: Merancang RPM Bersama
Sesi Workshop Kelompok · 2026
Refleksi · 20 Menit
Sesi Penutup: Refleksi & Tindak Lanjut
Sesi Pleno · 2026
Umpan Balik Pelatihan

Bantu Kami Meningkatkan
Kualitas Pelatihan

Umpan balik Anda sangat berarti untuk pengembangan program Pembelajaran Mendalam bagi guru-guru Indonesia.